Programa dan Resensi

Prelude
Ouverture
Perkumpulan Kesenian
Kamp-kamp Jepang
Orkestra dan choirs
Komponis
Artis
Sticusa dan Erasmushuis
Encores atau links
Peneliti
Kronologi dan peta
Radio
Gedung-gedung Kesenian
Gamelan
Kritik-kritik
Kliping
Programa dan Resensi
Buku Tamu
 
Kunstkring, tertanggal 5-11-1928          Print Version/Afdruk Versie

Pertunjukan musik (recital) oleh violis Belanda Frits Kok telah memberi kami
kejutan yang menyenangkan tetapi juga sedikit rasa kecewa. Frits Kok ialah pemain musik yang baik, yang tampaknya telah dan masih mengikuti  pelajaran yang sangat baik, dan selain itu dia menunjukkan bahwa dia memahami segala tuntutan yang dewasa ini diajukan kepada seorang pemain tunggal. Mungkin saja dia belum sepenuhnya memenuhi segala tuntutan itu, tetapi bakat musiknya yang wajar, tanpa adanya rasa peka yang berlebihan, dan enerjinya yang tampak dari permaianannya, membuat hari depannya di bidang musik sungguh cerah.
Kami yakin bahwa lambat laun akan ada lebih banyak keaslian dalam permainannya, sebab meskipun kami tidak dapat langsung menuduhnya bahwa dia terlalu berpegang teguh kepada apa yang diajarkan kepadanya dan bahwa kemahirannya bermain biola hanyalah berkat latihan saja dan bukan pembawaan, kami mendapat kesan yang kuat bahwa Frits Kok telah banyak dan benar-benar mendengarkan tokoh-tokoh besar di kalangan sesama pemain
musiknya, khususnya Kreisler, dan dengan sadar telah menerapkan banyak dari apa yang telah didengarnya itu dalam teknik dan pagelarannya.
Sifat-sifat terbaik dalam permaianannya ialah bunyinya yang anggun dan penuh perasaan, khususnya dalam forte,  dan tangan kanannya yang sangat terlatih. Semua sifat itu sangat jelas terlihat dalam Intrada dari Desplanes – Nachez dan Partita gubahan Bach dalam E-dur.
Tetapi tangan kirinya belum menghasilkan pekerjaan yang sempurna, sehingga kadang-kadang sang violis harus memberikan perhatian sepenuhnya kepada

 tangan kiri itu apabila ada kesulitan teknis seperti misalnya  dalam Gavotte gubahan Bach. Akibatnya, kontinuitas dalam pagelaran itu menjadi agak terganggu..
Kecuali beberapa permainan musik yang ringan sesudah waktu jeda, di mana yang menarik perhatian ialah musik penuh perasaan gubahan Achron dan sebuah musik dansa Spanyol gubahan Gernados-Thiband, programa itu terdiri dari sonata biola dalam D-moll gunahan Brahms. Di sini sang violis membuat  mitra bermainnya, yaitu pianis Biljardt, sangat kerepotan karena pendapatnya  bahwa biola memainkan peran yang terbesar dalam sonata itu..
Selain itu  komposisi itu menuntut lebih banyak daripada ‘’kemitraan dalam bermain musik’’ yang hanya berlangsung satu malam. Prestonya menimbulkan begitu banyak kesulitan dalam permaianan bersama itu, sehingga wajarlah
 bahwa tak seorang pun dapat mengharapkan permaianan yang sempurna dari dua pemusik, yang pada dasarnya hanya saling mengenal secara sepintas di bidang musik.
Kami mengagumi cara Tn. Biljardt dalam melakukan tugasnya. Dan dapat dimengerti bahwa dia bermain dengan hati-hati. Baik sang violis maupun sang pianis diberi penghormatan oleh hadirin dengan karangan bunga, dan mereka mengucapkan terima kasih dengan memainkan Barghetto gubahan Weber-Kreisler.

Print Version/Afdruk Versie