Programa dan Resensi

Prelude
Ouverture
Perkumpulan Kesenian
Kamp-kamp Jepang
Orkestra dan choirs
Komponis
Artis
Sticusa dan Erasmushuis
Encores atau links
Peneliti
Kronologi dan peta
Radio
Gedung-gedung Kesenian
Gamelan
Kritik-kritik
Kliping
Programa dan Resensi
Buku Tamu
 
Seni dan Sastra, tertanggal 25-2-1929          Print Version/Afdruk Versie

Berikut ini yang menjadi pokok pembahasan ialah sebuah buku karya J.S. dan A. Berandts Buys, yang diterbitkan dalam beberapa seri dalam majalah Java Instituut. .Buku itu ialah sebuah karya ilmiah yang disusun oleh dua orang yang dengan berapi-api menyelidiki pokok mereka sampai ke semua segi dan sudutnya.
Pekerjaan membagi-bagi sebuah bahan seperti ini sudah membawa berbagai kesulitan yang khusus. Tetapi melihat daftar isinya yang ringkas dan jelas, kita
langsung tahu bahwa kedua pengarangnya bermutu tinggi. Karya mereka yang dilengkapi dengan banyak foto-foto, selain terdiri dari sebuah prakata yang ditulis dengan sangat baik, juga dari 20 bab yang padat, di mana dibahas bermacam-macam instrumen musik beserta kombinasi masing-masing, juga sistem-sistem nada dan aneka musik dari Madura.
Kami punya alasan bahwa dalam kata-kata pembukaan pembahasan kami ini, kami menggarisbawahi sifat ilmiah dari buku ini. Pekerjaan pasangan Brandts Buys ini mungkin tidak akan dibaca oleh masyarakat umum. Dan memang para penulisnya sudah memperkirakan hal itu, mengingat isi dari bab yang berjudul: ‘’Pembahasan tentang penghargaan dan penelitian terhadap Musik Pribumi, khususnya musik rakyat’’.  Dengan cara yang tegas mereka menyerang di sini beberapa orang ahli, yang telah menerbitkan karangan-karangan yang mengakibatkan orang-orang mengambil kesimpulan yang bersifat kurang menghargai dan salah memahami seni suara Madura. Kesulitan-kesulitan besar yang harus diatasi sebelum orang dapat memahami musik seperti ini, telah dikemukakan dengan tajam, meskipun adanya kerjasama erat antara intuisi dan insting pribadi. Beberapa hal memberi alasan kepada para penulis untuk sekali

 lagi mengemukakan tujuan Java-Instituut. Pendapat mereka sendiri dapat ditangkap dari kata-kata, bahwa mereka (para penulis) ‘’tidak pernah menyetujui usaha untuk meraih popularitas ilmiah.’’
Seni itu bukan suatu ‘’kepandaian’’, yang dapat dilatih dalam ukuran lebih atau kurang, karena di dunia ini manusia memang harus bekerja keras, entah untuk mencari nafkah, entah untuk menghilangkan rasa jenuh. Tanpa adanya ambisi artisitik sedikit pun, maka di bidang seni tidak mungkin ada prestasi yang bermnutu . Kami ini menulis laporan tentang karya tuan dan nyonya Brandt Buys, bukan karena kami merasa mampu untuk menilai mutu prestasi mereka dan karena kami memiliki pengetahuan yang memadai tentang isi buku mereka. Bagian yang terbesar dari apa yang mereka kemukakan tidak dapat kami telusuri kebenarannya. Dan kami tidak bisa pula menganalisa nilai yang relatif
 maupun yang absolut dari penulisan itu. Tetapi yang berkesan kepada kami ialah ambisi mereka, yang tanpa diragukan timbul dari bakat artistik mereka, dan yang pasti bukan suatu hal yang bersifat biasa-biasa saja. Dari setiap halaman dalam buku itu terlihat dengan jelas betapa pentingnya mereka menganggap tugas yang mereka lakukan. Mereka sungguh-sungguh menghayati kesenian pribumi itu, dan mereka tidak hanya membatasi diri pada musiknya saja, tetapi juga dengan panjang lebar membahas pengaruh Jawa, Cina dan dunia Barat terhadap kesenian Madura. Dan untuk itu mereka pantas mendapat penghormatan yang setinggi-tingginya.

De W.

Print Version/Afdruk Versie