Komponis

Prelude
Ouverture
Perkumpulan Kesenian
Kamp-kamp Jepang
Orkestra dan choirs
Komponis
Artis
Sticusa dan Erasmushuis
Encores atau links
Peneliti
Kronologi dan peta
Radio
Gedung-gedung Kesenian
Gamelan
Kritik-kritik
Kliping
Programa dan Resensi
Buku Tamu
 
Paul Seelig (1876-1945)          Print Version/Afdruk Versie

Di antara para pemusik yang pernah tinggal di Indonesia ada juga beberapa
komponis yang mewariskan hasil karya yang penting. Tokoh paling penting yang mewakili para komponis seperti itu ialah Paul Seelig, yang nanti akan kami bicarakan lebih luas. Beberapa nama lain di bidang itu ialah: Constant van de Wall, Hector Marinus, Theo Smit Sibenga dan Emile Hullebroek. Juga di Eropa ada beberapa komponis yang diilhami oleh musik Timur, seperti Gamelan. Mereka adalah: Claude Debussy, Maurice Ravel, Francis Poulenc, Colin McPhee dan Peter Schat.

Paul Johan Seelig

(1976-1945)

Pada bulan June 13 tahun 1945, di daerah Jatinegara di Jawa, seorang komponis berbakat meninggal dunia. Sampai sekarang karya-karyanya kurang kurang dikenal di Belanda. Dia adalah Paul Johan Seelig, lahir di Breda  pada tahun 1876. Riwayat hidupnya yang sangat menarik itu, sebagian besar berlangsung di Timur jauh. Bagian terbesar dari pendidikannya dalam berbagai bidang musik diterimanya dari dosen-dosen terkemuka di Jerman.

Di negara itu pula dia belajar bermain piano, celo, juga ilmu instrumentasi (mengaransir ciptaan musik untuk orkes), dan teori. Pada tahun 1988 dia diangkat menjadi dirigen kedua dalam Stadttheater di Assen. Dia juga sering bepergian ke berbagai negara, a.l. ke Jepang, Palestina, Turki, Rumania, Hongaria dan Belanda.Pada tahun 1900 Seelig kembali ke Hindia Belanda, dan dia diangkat menjadi pemimpin orkes keraton Susuhunan Surakarta. Selama delapan tahun di Solo, dia menghabiskan waktunya dengan mengadakan penelitian mendalam tentang musik Timur. Sesudah ayahnya meninggal, dia menetap di Bandung, untuk mengambil alih pimpinan toko musik dan alat-alat musik, dan kantor penerbitan (Matatani) yang telah didirikan oleh ayahnya. Tetapi dia masih senang bepergian.
Pada tahun 191 dia berankat ke Thailand. Di sana dia diangkat menjadi direktur orke dan penasihat di bidang musik dari Orke Kerajahan di Bankok. Di zaman itu dia mensatat banyak lagoe-lagoe Thailand yang didengarnya sendiri pada saad dinyanyikan oleh rakyat, dan dia telah menggubah pula lagu kebangsaan Thailand. Sesudah itu dia menerbitkan sekumpulan besar lagu-lagu yang telah dicatatnya pada dinyanyikan para penyanyi pribumi dari Jawa Tengah.
Gubahan-gubahan Seelig menunjukkan gabungan yang sangat menarik antara
unsur-unsur Timur dan Barat; sebuah struktur selalu menunjukkan keahlian pembuatnya. Banyak di antara hasil karyanya yang banyak jumlahnya, dan yang hampir tidak mencantumkan tanggal pembuatannya itu, telah dipagelarkan selain di Hindia Belanda sendiri, juga di Jerman, Prancis, Austria, Amerika dan Jepang, tetapi anehnya, hampir tidak pernah di Belanda. Pada masa setelah sekitar tahun 1930, tidak banyak musik yang digubahnya karena  dia sangat sibuk mengelola kantor penerbitan dan toko musiknya di Surabaya, Bandung (Jl. Braga), Batavia dan Semarang. Cucunya membuat indeks dari sebagian besar karya-karyanya, dan  kini sebagian tersimpan dalam perpustakaan musik di Belanda.

Seelig terutama menjadi terkenal karena apa yang disebut Pantun, yaitu
varian terhadap Moresco Portugis, yang diiringi oleh alat musik petik yang
bernama kroncong. Di  zaman itu konser pianonya beberapa kali dipagelarkan
dalam orkes di Hindia Belanda, dan dimainkan oleh pemain piano Kathe
Haasse, ibunda pengarang Belanda Hella Haasse. Patitur karya tersebut,
yang, seperti juga banyak karya-karyanya, dianggap hilang karena segala
kejadian di masa perang, belum lama ini ditemukan kembali. Sekarang ini
sedang diusahakan untuk menghidupkan kembali konser itu, a.l. melalui
komputer. Alat-alat musik yang dipakai dalam orkesnya masih perlu diolah
dengan bantuan catatan-catatan yang sangat singkat.

Perkumpulan Musuk dan Tonil ''Braga'' tahun 1910 dengan a.l. Paul Seelig,
pemain celo.

Kantor Penerbitan Seelig / Matatani

Print Version/Afdruk Versie