Orkestra dan choirs

Prelude
Ouverture
Perkumpulan Kesenian
Kamp-kamp Jepang
Orkestra dan choirs
Komponis
Artis
Sticusa dan Erasmushuis
Encores atau links
Peneliti
Kronologi dan peta
Radio
Gedung-gedung Kesenian
Gamelan
Kritik-kritik
Kliping
Programa dan Resensi
Buku Tamu
 
Kor atau Paduan-suara          Print Version/Afdruk Versie

Di Indonesia banyak orang gemar beryanyi. Secara pribadi, tetapi juga dalam hubungan yang lebih luas. Untuk pagelaran-pagelaran khusus sering dibentuk paduan-suara ad hoc, mis. untuk memperdengarkan Requiem gubahan Mozart atau simfoni ke-9 karya Beethoven. Tentu saja terjadi banyak pergantian dalam susunan kor itu karena cuti atau perpindahan. Di Makasar, Surabaya, Batavia dan Medan terdapat kor-kor amatir, tetapi selain itu ada juga kor gereja, kor pemuda, dan kor wanita. Di Batavia pernah ada kor oratorium Batavia, dan kemudian juga kor ''Capella    Indonesia''. Sebuah kor yang bernama Orkes Suara-Suara, bernyanyi di 
Sumatra dalam kamp interniran Jepang, dan di Jawa para penghuni kamp 
menghibur dirinya dengan bernyanyi bersama, mis. dalam kamp Struyswijk.
Pada suatu ketika, W.F. Siep, penggubah musik 'oud Hollandse boerendansen'' datang ke Hindia Belanda bersama seorang dirigen yang terkemuka untuk mengembangkan kesenian bernyanyi ke tingkat yang lebih tinggi. Dan lama  setelah itu mereka berhasil untuk menyanyikan bersama dengan Batavia's Filharomonisch orkest, karya Brahms, yaitu Deutsches Requiem a.l. di Gereja (Potugis) Zion. Radio NIROM mengelola kor pemuda, yang di bawah pimpinan Tn. Kramer meraih popularitas di kalangan pendengar.

Print Version/Afdruk Versie