Orkestra dan choirs

Prelude
Ouverture
Perkumpulan Kesenian
Kamp-kamp Jepang
Orkestra dan choirs
Komponis
Artis
Sticusa dan Erasmushuis
Encores atau links
Peneliti
Kronologi dan peta
Radio
Gedung-gedung Kesenian
Gamelan
Kritik-kritik
Kliping
Programa dan Resensi
Buku Tamu
 
Orkes korps militer Batavia          Print Version/Afdruk Versie

Orkes korps militer Batavia di bawah pimpinan Nico Gerharz, sekitar 1915

Keberadaan orkes di seberang lautan

Cukup lama masyarakat yang cinta musik hanya dapat mendengarkan musik
yang dimainkan oleh berbagai ansambel ad hoc, yang sesuai kebutuhan 
berkembang menjadi orkes. Rombongan-rombongan opera luar negeri yang
mengadakan turne, sering membawa orkesnya sendiri yang kadang-kadang 
dilengkapi dengan tenaga atau kaum amatir setempat yang baik.
Setelah kedatangan dirigen Nico Gerharz, korps musik militer di Batavia
menghasilkan sebuah orkes simfoni yang sangat bermutu, yang dengan sekitar 20 pemain biola dan pemain instrumen tiup yang lengkap, mampu memainkan program-standar konser. Orkes itu secara teratur mengadakan konser-konser simfoni, dengan atau tanpa pemain tunggal. Sejak 1904 - 1916 orkes itu  sangat berkembang dan bahkan mengadakan turne ke kota-kota besar di Jawa. Pada waktu itu, Kathe Haasse, yang di kemudian hari menjadi ibunda Hella Haasse, penulis Belanda yang terkenal, mengadakan konser-konser yang memainkan karya Beethoven, Grieg dan Paul Seelig. Wanita pemain piano profesional yang berbakat ini juga menggubah lagu-lagu untuk paduan suara untuk lebih dari satu suara. Segera setelah berakhirnya pendudukan Jepang, di Gedung Kesenian Jakarta diadakan beberapa konser yang dipagelarkan oleh apa yang disebut Station Orchestra (A.F.R.I.B) yang disiarkan oleh Radio Tentara Sekutu di Batavia.

 Atas prakarsa Theo van der Bijl dan Trio Pickler, maka Orkes Radio NIROM yang di kemudian hari terbentuk dari formasi-formasi yang lebih kecil, berhasil menjadi kesukaan para pecinta musik di seluruh Nusantara yang dapat mendengarnya melalui pemancar-pemancar dukungan. Frits Hinze ialah dirigen pertama terkemuka yang memimpin orkes itu. Sementara itu juga terbentuk orkes-orkes pemusik amatir yang lebih kecil di kota-kota seperti Surabaya (Loo Vincent), Malang, Makasar, Bandung dan Medan. Untuk membantu terbentuknya orkes keraton Sultan Yogyakarta, telah  diundang ke kota itu pelukis Walter Spies dan musikus Paul Seelig. Pada akhirnya Orkes Radio Philharmonisch dibentuk dari para pemusik setempat dan dari tenaga Belanda dan Hongaria. Sesudah tahun 1950 masih tinggal formasi kecil di Jakarta di bawah pimpinan Henk te Strake.

Print Version/Afdruk Versie